ADEV Besarkan Peluang Pasar Maklon Kosmetik

Industri kosmetik di Indonesia menawarkan peluang yang signifikan. Pada tahun 2018, situs web Departemen Perindustrian melaporkan pertumbuhan 15% dalam industri kosmetik di Indonesia dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini diperkirakan akan naik menjadi 29%. Menurut laporan dari Beauty Market Survey (BMS), yang dikutip oleh Nielsen dan Euro Monitor, nilai industri kosmetik di Indonesia pada tahun 2016 mencapai total 36 triliun triliun dengan produk perawatan kulit yang membuat kontribusi yang cukup besar sekitar. 31,7%. Dan jumlah itu terus meningkat hingga tahun ini. Peningkatan ini dipengaruhi oleh kemudahan membuat kosmetik mereka sendiri, yang difasilitasi oleh pabrik maklon kosmetik.

Ada berbagai kemudahan untuk memproduksi kosmetik melalui perusahaan layanan maklon, dari tidak harus membangun pabrik dan proses produksi sendiri hingga hemat biaya, hingga pengusaha yang dapat berkonsentrasi mengembangkan strategi pemasaran produk. Mengingat hal ini, PT ADEV Natural Indonesia (ADEV) tertarik untuk menjadi salah satu perusahaan layanan kosmetik maclone. ADEV telah berdiri sejak 15 Januari 2007. ADEV menghasilkan konsep “Kembali ke Alam” dan menghasilkan semua produk kosmetik dengan keamanan dan legalitas yang terjamin.

Sebagai perusahaan layanan maklon, ADEV mengupayakan semangat kewirausahaan di antara ribuan. “Melihat peluang untuk industri kosmetik, yang cukup besar, tentu tidak menarik minat orang. Apalagi banyak tokoh masyarakat sudah mulai ini, industri kosmetik sejak usia dini. Sebagai contoh. Aurel Hermansyah dengan aurelloly lipcream, merek ILY Prilly Latuconsina, lipstik Valerie Thomas dan Nikita Willy dengan produk perawatan kulitnya, DREAMY, ”kata Eriza Hambali, presiden Komisaris PT ADEV Natural Indonesia di Bogor akhir pekan lalu

Untuk setiap perusahaan, ADEV berfokus pada pengusaha yang tidak memiliki pabrik atau belum memiliki lisensi seperti BPOM, yang cukup sulit diperoleh. Mereka juga membuka peluang bisnis ini untuk semua orang, terutama bagi pengusaha yang memiliki segmentasi konsumen kelas menengah yang percaya pada produk alami. Awal mula perusahaan ini berawal dari kegiatan penelitian sekelompok mahasiswa saya. Hingga kami meluncurkan produk sabun transparan yang cukup populer di Eropa. Kisaran telah diperluas sejauh ini dan kami telah memproduksi sekitar 200 merek, profesor wanita itu melanjutkan.

Pelanggan ADEV juga bervariasi. Tidak hanya pengusaha kosmetik, tetapi juga penggemar hotel berfokus pada layanan mereka. Salah satunya adalah Salak Hotel Bogor, yang menjadi pelanggan pertama ADEV pada 2007. Memulai pencetakan kosmetik dan kosmetik di PT ADEV Natural Indonesia juga tidak memerlukan biaya berlebihan. Modal awal yang dibutuhkan konsumen kira-kira. RP 20 juta, mulai dari proses pengembangan formula, proses produksi, desain kemasan, legalitas, hingga pengiriman barang ke konsumen.

Author: eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *